BREAKING NEWS

PEKALONGAN

BREBES

SUBANG

INDRAMAYU

CIREBON

Tegal

Tegal

Tuesday, July 15, 2014

Minimarket Ilegal Kembali Menjamur di Indramayu

Indramayu (ROL)  - Penutupan puluhan minimarket ilegal di Kabupaten Indramayu, tak membuat efek jera pada pengusaha. Terbukti, meski belum mengantongi izin, ada pengusaha yang tetap membandel membuka minimarket.

Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Indramayu, menjelaskan, kedua minimarket yang baru didirikan itu terletak di daerah Srengseng dan Jati Sawit. Minimarket yang baru selesai dibangun sebulan lalu itu, sudah beroperasi sejak dua minggu lalu.

"Setelah minimarket berdiri, baru pemiliknya datang ke BPMP untuk mengurus izin,’’ ujar Kasi Wasdal Bidang Perizinan BPMP Kabupaten Indramayu, D Kuswibawa, Senin (14/7).

Kuswibawa menjelaskan, pihaknya tidak bisa mengeluarkan izin karena masalah pendirian minimarket sedang dibahas raperdanya. Namun ternyata, meski izin tak diberikan, pengusaha itu malah tetap nekad membuka minimarketnya.

Kuswibawa mengatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan pertama agar pemilik minimarket itu menutup usahanya. Namun, peringatan tersebut ternyata tidak digubris.

"Kami akan berikan peringatan kedua dan ketiga. Jika tetap membandel, kami terpaksa akan menutupnya,’’ tegas Kuswibawa.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan UKM Kabupaten Indramayu, Maman Kostiman, saat dimintai tanggapannya, menyatakan mendukung langkah yang dilakukan BPMP. Dia menyatakan, pendirian minimarket harus disertai izin dari pemerintah daerah setempat. "Kalau melanggar, ya tutup saja,’’ kata Maman.

Seperti diketahui, minimarket tumbuh bak jamur di musim hujan di Kabupaten Indramayu. Namun ternyata, berdasarkan data dari Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan UKM Kabupaten Indramayu, dari seluruh minimarket yang ada, tercatat 25 minimarket dinyatakan ilegal.

Tim Gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan UKM, serta BPMP Kabupaten Indramayu, kemudian melakukan langkah penutupan pada Mei 2014 lalu. Minimarket yang ditutup tersebut ditempeli keterangan di bagian depannya melalui selebaran.

Selebaran itu menginformasikan bahwa minimarket tersebut telah melanggar ketentuan yang termaktub dalam Perda No 7/2011 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional, Penataan, Serta Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Sunday, June 29, 2014

Kelangkaan Pupuk Ganggu Musim Tanam Gadu Dua


Indramayu - Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu menyebutkan adanya kelangkaan pupuk di musim tanam gadu dua. Kelangkaan pupuk dianggap bisa menurunkan tingkat produksi pada saat panen nanti. 

Ketua KTNA Indramayu, Sutatang mengatakan, pupuk yang ada di Indramayu sudah mulai menunjukkan tanda akan adanya kelangkaan semenjak bulan Mei 2014. Saat itu kelangkaan ditandai dengan mulai meningkatnya harga jual pupuk. Dia menyebutkan, pada saat itu harga pupuk SP36 dan Ponska sudah melambung sampai Rp 3.000/kg. Sementara harga pupuk urea Rp 2.000/kg.

"Harga tersebut sudah meningkat jauh di atas harga eceran tertinggi. Sekarang, di bulan enam-tujuh ini, pupuk malah tidak ada di beberapa kecamatan," ujarnya, Minggu (29/6/2014).

Dia menyebutkan, setidaknya ada 15 kecamatan dari 31 kecamatan di Indramayu dimana para petani mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk. Beberapa di antara kecamatan itu, yakni Kandang Haur, Losarang, Lohbener, Jatibarang, Sliyeg, Arahan, Cantigi, sampai Kertasemaya.

"Para petani itu sebenarnya sudah resah. Beberapa kali mereka mengadu kepada kami, dan muncul wacana demo ke Pemkab. Tetapi, sebisa mungkin kamu berupaya meredamnya," kata dia.

Sutatang mengatakan, sejumlah petani ada yang mengadu bahwa harga tidak terlalu dipikirkan. Meski, menurut dia, harganya sudah dianggap keterlaluan, karena berada tinggi di atas harga eceran tertinggi. "Namun saat ini petani lebih berpikiran supaya bagaimana caranya pupuk itu pasokannya tetap ada," ujarnya.
Dia menuturkan, selama ini banyak petani yang memberikan pupuk pada padi dengan di bawah standar. Menurut Sutatang, pemberian pupuk seharusnya dilakukan 15 hari setelah padi ditanam. Namun kenyataannya, berkaca dari kejadian pada saat bulan Mei lalu, banyak petani yang memberikan pupuk setelah sampai sebulan tanam.

"Hal seperti itu malah berpengaruh ke hasil produksi panen. Dari standar produksi gabah kering panen sebesar 8 ton/ha, ada yang turun menjadi 5-6 ton/ha," ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah pusat harus segera memikirkan persoalan kelangkaan pupuk. Jangan sampai banyak keresahan petani menjadi tidak tuntas, dan pada saat bersamaan, turunnya produksi mengakibatkan banyak dari kesejahteraan petani menurun. "Setidaknya stok ada, dan harga kembali normal. Kalau kondisi sekarang ini benar-benar tidak menentu," tuturnya.

Laris Manis, Kuliner untuk Buka Puasa di Indramayu





Indramayu - Penjual kuliner buka puasa diburu ibu-ibu rumah tangga. Di sepanjang Jalan Kapten Arya, Kelurahan Karanganyar hingga Kelurahan Kepandean, Indramayu, puluhan pedagang kuliner buka puasa bermunculan.


Hebatnya, para pedagang makanan itu selalu diburu pembeli. Pedagang kuliner buka puasa juga mudah dijumpai di Kecamatan Sindang, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Sudirman.

Ada kerupuk sambal, rumbah, ragit, pepes tahu, pepes oncom, pepes ikan, hingga sambal goreng hati dan ampela dijual dengan harga yang seragam. Pet bungkus hanya Rp3 ribu. Ada juga gorengan ikan, telur ikan, tahu, tempe dan kueh bakwan.

Selain itu, dijual pula aneka kolak pisang, ubi, kolang kaling, tape, es buah, es kelapa muda, es tebu, es campur, es belewah dan lain-lain yang harganya terjangkau.

Salah seorang penjual kolak pisang Mimi Sum,63 mengemukakan, menjual kolak untuk makanan berbuka puasa di Jalan Kapten Arya cepat laku. Pembeli datang dari semua penjuru desa yang berburu makanan di Jalan Kapten Arya.

“Pembelinya dari mana saja, mereka sudah tahu kalau ingin kuliner yang rasanya enak pada datang ke Jalan Kapten Arya,” katanya.

Ia sendiri tinggal di Kelurahan Lemahmekar, saat memasuki bulan puasa jualan di Jalan Kapten Arya yang sudah dikenal sejak dahulu sebagai pusat kuliner buka puasa.

Besaran BOS Negeri dan Swasta Disamakan





 Cirebon - Wali Kota Cirebon Ano Sutrisno berjanji memberikan perhatian yang sama kepada sekolah negeri maupun swasta mulai tahun ajaran baru ini. Karenanya, dia menghendaki orangtua tak memaksakan anak-anaknya masuk sekolah berstatus negeri.

Dia menyatakan, minat orangtua dan anak memiliki perbedaan. Pada gilirannya, minat akan mempengaruhi prestasi siswa bersangkutan. Pemkot Cirebon dalam hal ini secara perlahan akan mengubah pola pikir para orangtua. "Saya ingin orangtua tidak memaksakan anaknya masuk sekolah negeri. Harapan ini akan kami barengi melalui peningkatan kualitas manajemen sekolah swasta," papar dia, Minggu (29/6/2014).

Dia menegaskan, kebijakan dan perhatian pemerintah kepada sekolah swasta dan negeri tidak akan jauh berbeda. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan pihaknya kepada sekolah swasta berupa pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarannya sama dengan sekolah negeri.

Pemkot Cirebon telah menyerahkan dana BOS Rp2,3 juta/siswa/tahun. Nilai itu sama antara siswa sekolah negeri maupun sekolah swasta. Dia mengklaim, BOS Kota Cirebon dimungkinkan tertinggi dibanding BOS dari daerah lain, seperti Kabupaten Cirebon dan kota lain. "Bahkan mungkin ada kota/kabupaten lain yang tak mampu beri BOS," ujar dia.

Pihaknya menargetkan, mulai 2013 hingga 2018 warga Kota Cirebon wajib mengenyam pendidikan sampai SMA. Dana BOS senilai lebih dari Rp2 juta itu diharapkan dapat meringankan beban orangtua dan mendorong semangat orangtua menyekolahkan anak-anaknya.

Menurut dia, paradigma orangtua ke depan harus diubah. Anak-anak tidak harus bersekolah di sekolah negeri, mengingat saat ini tak sedikit siswa sekolah swasta yang berprestasi. Hal ini dikatakannya tak lepas dari mutu sekolah swasta yang tak kalah dengan sekolah negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Wahyo menjelaskan, dana BOS yang dicairkan masing-masing Rp2,3 juta/siswa/tahun untuk SMA dan untuk SMK sebesar Rp2,4 juta/siswa/tahun. "Untuk subsidi SPP Rp750 ribu, BOS Rp150 ribu, dan LKS Rp92.970," tambah dia.

Banyak Perlintasan KA di Brebes-Tegal Belum Dijaga


Tegal - Dari 75 perlintasan kereta api di Kabupaten Tegal, 63 di antaranya belum dilengkapi palang pintu. "Baru 12 perlintasan yang dijaga," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Tegal, Fajar Rokhwidi, Ahad, 29 Juni 2014.

Fajar mengatakan rencana pemerintah daerah memasang palang pintu di perlintasan-perlintasan sebidang yang belum dijaga masih terkendala oleh keterbatasan anggaran. Sebab, biaya memasang palang pintu otomatis mencapai Rp 800 juta per satu perlintasan.

Menurut dia, biaya memasang palang pintu manual dan pos tunggu jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 200 juta per satu perlintasan. Namun, untuk mengoperasikan palang pintu manual itu selama 24 jam, dibutuhkan delapan petugas jaga.

Dengan asumsi gaji penjaga palang pintu Rp 750 ribu per bulan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,53 miliar per tahun untuk membayar gaji seluruh penjaga palang pintu manual. Dari 63 perlintasan yang tidak dijaga itu, 18 di antaranya berada di titik strategis atau ramai dilalui kendaraan.

Mencegah terjadinya kecelakaan di 18 perlintasan strategis yang belum berpalang pintu itu, Dishubkominfo Kabupaten Tegal akan memasang spanduk-spanduk peringatan pada jarak sekitar 10-20 meter dari perlintasan. "Spanduk-spanduk besar itu akan dipasang pada H-10 (10 hari sebelum Lebaran)," ujar Fajar.

Di Kota Tegal, seluruh perlintasan kereta api sudah dilengkapi palang pintu. "Ada 12 perlintasan di Kota Tegal. Sejak 2010, kami telah menerapkan palang pintu manual dengan mempekerjakan tenaga pembantu sebanyak 93 orang," kata Kepala Dishubkominfo Kota Tegal Chaerul Huda.

Di Kabupaten Brebes, masih ada 61 perlintasan yang belum dijaga dari total 83 perlintasan kereta api yang ada. "Baru 22 perlintasan yang sudah dijaga," kata Kepala Dishubkominfo Brebes, Mayang Sri Herbimo. Dari 22 perlintasan itu, 12 dijaga oleh PT Kereta Api Indonesia. Sisanya dijaga oleh pegawai dari Pemkab Brebes.

Kamis pekan lalu, di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, kereta Fajar Utama menabrak sebuah mobil Toyota Kijang yang dikendarai rombongan keluarga yang hendak mengantar anaknya ke pondok pesantren. Akibat kecelakaan itu, tiga penumpang mobil tewas dan empat lainnya luka-luka.

Friday, June 27, 2014

Ruas Jalur Alternatif di Subang Masih Rusak Parah





Subang - Sejumlah ruas jalan provinsi, yang biasa dijadikan jalur alternatif pada saat arus mudik lebaran di wilayah Subang, masih banyak yang rusak parah.


Ruas jalan alternatif yang paling banyak kerusakan yakni jalur Pamanukan-Pagaden-Subang sepanjang 45 kilometer.

Kondisi jalan yang rusak dan sampai saat kini masih belum diperbaiki tersebut umumnya bergelombang dan berlubang-lubang, JUmat 27 Juni 2014.

Jalan yang rusak parah tersebut meliputi perbatasan Binong-Cicadas, sebelum perlintasan rel kereta Pagaden, Katomas, Tambaak Dahan dan Gunung Sari. "Membahayakan pengendara sepeda motor dan roda empat, apalagi jika dalam kecepatan tinggi," ujar Parman, warga Pagaden.

Gara-gara jalan butut itu, sering juga terjadi peristiwa kecelakaan terutama sepeda motor. "Apalagi dalam kondisi hujan," kata Parman.

Di jalur alternati Wanayasa-Serangpanjang-Sagalaherang sepanjang 30 kilometer dan ruas Jalan Cagak-Tanjungsiang sejauh 31 kilometer, kondisinya sami mawon.

Di ruas Serang Panjang-Sagalaherang-Jalan Cagak, keruskan paling parah berada di rusa Serang Panjang dan antara perbatasan Sagalaherang-Jalan Cagak.

Lalu, di ruas Jalan Cagak-Kasomalang-Tanjung Siang, kerusakan paling parah berada di lokasi perkebunan teh Jalan Cagak dan tanjakan Darmaga.

Kerusakan di dua ruas tersebut, ujar Mutaqin, warga Jalan Cagak, dikarenakan tak terkendalinya operasional angkutan air mineral produk Aqua yang terletak di Desa Darmaga.

"Truk-truk besar bermuatan 40 ton pengangkut air mineral Aqua nyaris tak henti, sehingga menimbulkan keruskan jalan provinsi yang hanya boleh dilalui truk bermuatan 20 ton," ujar Mutaqin.
 
Copyright © 2013 Koran Pantura Online | Media Online Pantura
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger