Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Jelang Lebaran, Harga Hewan Kurban Alami Kenaikan

Indramayu - Harga jual hewan kurban seperti kambing dan sapi mengalami kenaikan menjelang idul adha. Kenaikan tersebut berada di antara Rp 200 ribu-1 juta per ekor, tergantung ukuran hewan kurban.

Rawin, pedagang hewan kurban kambing di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, mengatakan, harga kambing kurban saat ini berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Menurutnya, besaran harga tersebut berbeda-beda. Tergantung ukuran kambing.

"Dibandingkan tahun lalu, harga kambing kurban saat ini naik di kisaran Rp 200 ribu,'' tuturnya, Selasa (30/9/2014).

Menurut dia, kenaikan harga itu sudah berasal dari peternaknya. Dia mengaku mengambil hewan qurban tersebut dari peternak di Garut. Menyinggung soal penjualan hewan qurban, Rawin mengaku ada kecenderungan penurunan.

Dia menyebutkan, pada H-5 lebaran Idul Adha tahun lalu, dia berhasil menjual sepuluh ekor kambing. Sementara pada saat ini, kambing yang terjual baru tujuh ekor. ''Kalau Idul Adha tahun kemarin, hingga hari H, saya berhasil menjual 25 ekor kambing,'' ujar Rawin.

Kenaikan harga juga terjadi pada hewan kurban sapi. Seorang pedagang hewan qurban sapi di kawasan Waduk Bojongsari Indramayu, Munif menyebutkan, harga sapi kurban yang dijualnya berkisar antara Rp 15,5 juta-35 juta per ekor.

Menurutnya, harga hewan kurban sapi itu naik di kisaran Rp 1 juta dibandingkan Idul Adha pada tahun kemarin. "Tapi, kenaikan ini tidak signifikan,'' katanya.

Munif mengatakan, penjualan sapi kurban pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dia mengaku, sapi kurban yang terjual tahun lalu mencapai 20 ekor. ''Lebaran Idul Adha masih lima hari lagi. Saya optimis bisa menyamai penjualan seperti tahun lalu,'' terang Munif.

Munif menambahkan, selain khusus menjual sapi kurban, dia juga berusaha dalam bidang penggemukan sapi. Oleh sebab itu, seandainya sapi kurban tak laku seluruhnya, akan dipelihara untuk penggemukan. (MA) 

Dibanjiri Bawang Impor, Petani Bawang Cirebon Merugi

Cirebon - Petani bawang merah Kabupaten Cirebon kembali mengeluhkan jumlah bawang impor yang terlalu banyak beredar di wilayahnya. 

Barang impor tersebut membuat harga jual bawang merah lokal di tingkat petani tetap berada menurun sampai Rp 9.000 per kilogram dan menyebabkan petani merugi karena biaya produksi yang tak tertutupi.

Salah seorang petani bawang merah asal Kecamatan Gebang, Teni (45) mengatakan, maraknya bawang merah impor membuat harga komoditi tersebut di pasar saat ini hanya berkisar Rp 11.000 - 12.000. 

"Kalau di pasar saja segitu, di tingkat petani lebih rendah lagi, bahkan sempat mencapai Rp 8.000 per kilogram," katanya saat ditemui Senin, (29/9/2014). 

Menurut Teni, rendahnya harga tersebut tak beranjak naik sejak awal 2014. Meskipun kebijakan impor sempat ditinjau ulang, kenyataannya bawang merah asal luar negeri masih marak beredar di Kabupaten Cirebon. 

Teni menambahkan, sejak awal 2014 pula biaya produksi para petani bawang merah melonjak tajam. Kelangkaan pupuk dan berbagai kendala alam membuat petani harus mengeluarkan biaya rata-rata Rp 15.000 untuk setiap kilogram bawang merah yang berhasil dipanen. Dengan harga jual saat ini, petani jelas harus terus menanggung kerugian.

Kondisi itu diakui Teni tak membuat para petani bawang merah di daerahnya bisa tersenyum lebar dengan hasil panen kali ini. Meskipun hasilnya melimpah, Teni dan petani lain khawatir pasokan yang berlebih akan membuat harga jual di tingkat petani semakin terpuruk.

Petani bawang merah asal Kecamatan Babakan, Wasidurin (43) juga merasakan hal yang sama. Ia mengaku hampir putus asa dengan harga jual yang tak pernah menutupi biaya produksi sejak awal 2014. "Tahun ini kami tak pernah untung. Bawang impor masih banyak, sehingga kami terus merasakan keterpurukan harga," katanya.

Wasirudin mengaku, harga bawang merah anjlok tajam sejak pemerintah membuka keran impor pada Januari 2014 lalu. Ketika itu, dampaknya langsung dirasakan di mana harga jual bawang merah lokal di tingkat petani berangsur menurun dari semula Rp 12.000 menjadi Rp 8.000, Rp 5.000, bahkan Rp 2.500 per kilogram. Akibatnya petani merugi sampai puluhan juta rupiah ketika itu.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memang telah membuka keran impor bawang merah pada semester pertama 2014. Keran tersebut dibuka untuk sektiar 75.762 ton bawang merah yang masuk pada Januari-Maret 2014. 

Keterpurukan membuat petani bawang merah Kabupaten Cirebon sempat berunjuk rasa besar-besaran di depan kantor Bupati Cirebon, Rabu (30/4/2014). 

Tuntutan yang sama kini juga disampaikan para petani agar pemerintah menghentikan impor bawang merah. Jika tidak, ratusan petani bawang merah di Kabupaten Cirebon hingga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah kemungkinan akan gulung tikar.

Wasirudin menegaskan, kebijakan impor merupakan inkonsistensi pemerintah, terutama setelah wakil rakyat mengesahkan Undang-undang Perlingungan Petani. 

"Saya mengerti bahwa harga jual kami memang tak boleh memberatkan konsumen, namun kendala kami di lapangan juga harus menjadi pertimbangan. Semua harus diuntungkan," katanya.

Menurut Wasirudin, Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 118/PDN/KEP/10/2013 tentang Penetapan Harga Referensi Produk tidak relevan dengan kondisi petani saat ini. 

Keputusan yang memuat aturan jika harga bawang mencapai Rp 25.500 per kilogram di tingkat konsumen dan Rp 12.500 per kilogram di tingkat petani itu jelas memberatkan petani dalam kondisi tertentu.

Wasidurin menambahkan, dalam kondisi normal biaya produksi petani memang bisa ditekan sampai Rp 10.000 - 11.000 per kilogram. Namun ketika kekeringan, banjir, kelangkaan pupuk dan faktor teknis lain menjadi kendala, biaya itu bisa meningkat sampai Rp 15.000 per kilogram. 

Oleh karena itu, harus ada kebijakan yang melindungi fpetani saat dihadapkan dengan kendala-kendala seperti itu.(HH)
 

Program City Gas, 195 Rumah di Cirebon Dialiri Gas Alam

Cirebon - Sebanyak 195 rumah di Kecematan Harjamukti kota Cirebon, Jawa Barat akan mulai dialiri gas alam pada 7 Oktober 2014. Louncing pengaliran gas alam itu bagian dari 4000 pelanggan yang berasal dari program city gas bantuan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dari 4.000 rumah pelanggan tersebut terbagi dalam 11 sektor. Hanya saja PT Perusahan Gas Negara (persero) area Cirebon baru akan mengalirkan secara bertahap  hingga kemudian semua sektor teraliri gas semua. “Tahap awal baru di sektor 4 dulu. Di lokasi sektor lainnya menyusul,” kata Walikota Cirebon Ano Sutrisno usai meninjau langsung uji coba pengaliran gas alam di Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Senin (29/9).

Uci coba PT PGN itu baru mengalirkan gas alam untuk empat rumah warga saja. Dan dari hasil peninjauan itu walikota mengaku senang karena dapat berjalan dengan lancar. “Hasil tinjauan tadi, proses mengalirkan gas alam ke rumah warga berjalan dengan baik. Artinya gas alam itu dapat digunakan oleh warga,” kata walikota.

Terkait dengan ujicoba yang kemudian dilanjutkan louncing di sektor 4 lalu di sektor-sektor lainnya, dia berkeyakinan akan mampu meningkatkan perekonomian warga kota Cirebon. Khususnya yang berada di wilayah yang mendapatkan bantuan dari program kementerian ESDM tersebut. “Nanti jelas tidak ada lagi kelangkaan elpiji, dan perekonomian warga pun akan menjadi lebih baik,” tegas Ano. (DAR)

Pasca Penahanan PLT RSUD, Aparat Kejati Geladah RSUD Indramayu

Indramayu - Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menggeledah sejumlah ruangan Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu, Selasa (30/9/2014). Penggeledahan itu dilakukan untuk mengumpulkan dokumen sebagai pelengkap bahan bukti dalam penyidikan mantan Plt. Direktur RSUD Indramayu, Zaenal Arifin, yang mendekam di Lapas Kebon Waru, Bandung, sejak Senin (29/9/2014), karena kasus investasi jangka pendek dan penarikan dana kas RSUD Indramayu senilai Rp 5 miliar.

Tim dari Kejati Jabar itu mendatangi RSUD Indramayu sekitar pukul 10.00. Mereka kemudian memeriksa dokumen yang ada di ruangan Bagian Keuangan. Beberapa di antaranya ada juga yang mendatangi ruangan Direktur RSUD. Selain memeriksa dokumen, beberapa petugas Kejati Jabar juga ada yang menanyai petugas RSUD Indramayu.

Ketua tim yang menggeledah RSUD Indramayu, Aan Sukmana, menolak menyebutkan dokumen spesifik yang diperiksa pada saat itu. Dia mengatakan, pemeriksaan dokumen yang dilakukan timnya saat itu merupakan tindak lanjut proses penyidikan atas Zaenal Arifin yang saat ini mendekam di Rutan Kebon Waru.

"Proses pemeriksaan di RSUD Indramayu dilakukan untuk mendukung penahanan Zaenal pada saat ini. Untuk melengkapi alat bukti dalam proses penyidikkan," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jawa barat, Suparman mengatakan, Zaenal Arifin ditahan berdasarkan surat perintah penahanan bernomor 475/0.2/fd.1/09/2014 tertanggal 19 september 2014. Menurutnya, penahanan dilakukan terhadap tersangka hingga dua puluh hari kedepan terhitung pertama kali dimasukkan ke ruang tahanan. "Untuk mempermudah proses penyidikan," ujar dia.

Menurutnya, Zaenal ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana kas RSUD Indramayu senilai Rp 5 miliar.Tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang no 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. "Yang bersangkutan dianggap melakukan tindakan diluar kewenangannya terkait penarikan uang kas milik RSUD Indramayu," tuturnya. (MA)

Keraton Kasepuhan Gelar Festival Pesisir Utara Jawa

Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar Festival Pesisir Utara Jawa yang akan diikuti oleh perwakilan dari lima provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Festival budaya ini akan diisi lima kegiatan, yaitu seni pertunjukan, pameran industri kreatif, seminar, sejumlah lomba dan pemutaran film Sunan Gunung Jati," kata Sultan Kasepuhan Pangeran Sepuh Arief Natadiningrat di Cirebon, Sabtu (27/9).

Festival ini berlangsung dari 7 sampai 10 Oktober 2014 diawali Haul Sunan Gunung Jati ke-461 di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan.

Haul tersebut akan diisi simaan Alquran, yaitu pembacaan 30 juz Alquran oleh Majelis Tadarus se-wilayah III Cirebon dari pagi sampai sore hari. Malam harinya dilanjutkan dengan dzikir dan doa yang dihadiri alim ulama dan tokoh masyarakat.

Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Kemenparekraf Juju Masunah mengatakan, festival pesisir ini akan mengangkat kembali seni tradisional serta industri kreatif yang tumbuh di mayarakat pesisir.

"Ini akan menjadi model festival pesisir yang akan diterapkan di daerah lain," ujarnya.

Penunjukan Keraton Kasepuhan sebagai tuan rumah, karena keraton merupakan sumber kreasi dan budaya yang menjadi landasan munculnya karya industri kreatif, seperti seni pertunjukan dan seni kerajinan tangan.

Sejumlah seni pertunjukkan yang nanti ditampilkan, antara lain tari topeng, tarling, angklung bungko, gamelan renteng, genjring akrobat, gembyung, dan wayang kulit.

Lima provinsi yang berpartisipasi juga mengikuti pameran industri kreatif yang digelar di alun-alun Keraton Kasepuhan dengan menampilkan kerajinan tangan, batik, dan makanan khas daerahnya. (Antara)

Kebakaran Hanguskan Belasan Kios Di Pasar Talang Cirebon

Cirebon - Belasan kios Pasar Talang, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2014) pagi ludes terbakar. Kebakaran terjadi saat para pedagang baru akan memulai aktivitasnya.

Banyaknya bahan yang mudah terbakar seperti kain dan alat-alat rumah tangga dari kayu membuat api cepat merambat dan sulit dijinakkan.

Para pedagang yang kisonya terbakar berupaya menyelamatkan barang daganganya. Diduga kebakaran diakibatkan sisa pembakaran sampah yang tepat berada di belakang kios pasar.

Mas'ud, saksi mata, mengatakan sumber api dari kebun di belakang kios yang sebelumnya terlihat masih menyala.

Selain menghanguskan kios dan seisinya, sebuah sepeda motor yang saat itu sedang terparkir di depan kios juga ikut terbakar. Polisi masih memintai keterangan saksi-saksi. Sementara kerugian mencapai Rp100 juta.

 
Copyright © 2014 Koran Pantura Online | Media Online Pantura. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger