Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Penentuan UMK Dibatalkan Buruh Indramayu Kecewa

Indramayu - Kecewa lantaran merasa rapat penentuan upah minimum kabupaten dibatalkan sepihak, massa buruh protes dengan mendatangi kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Rabu (22/10/2014). Buruh menilai tidak dilibatkan dalam pembatalan rapat penentuan UMK 2015. 

Massa buruh yang mendatangi Kantor Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu terdiri atas sejumlah elemen serikat pekerja dari beragam sektor usaha, seperti migas dan keramik. Massa buruh mulai mendatangi kantor Dinsosnakertrans mulai pukul 10.00.

Di lingkungan Dinsosnakertrans Indramayu, sejumlah buruh terlihat memasang bendera serikat pekerja di beberapa bagian gedung, seperti pagar masuk ke lingkungan kantor, serta tiang bendera taman utama Gedung Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu. 

Selain itu, perwakilan massa buruh pun melakukan orasi di halaman gedung. Situasi sempat memanas ketika di tengah orasi, Kasi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Suharjo, mencoba mengambil pelantang suara yang sedang digunakan perwakilan buruh ketika berorasi. Namun situasi tersebut tidak berkembang menjadi kericuhan. 

Ketua SBMK-KASBI Indramayu, Iwan Setiawan mengatakan, buruh merasa kecewa lantaran tanggal yang telah disepakati untuk rapat penentuan UMK 2015, yakni Rabu (22/10/2014), tiba-tiba dibatalkan secara mendadak. 

"Selasa malam, pihak Dinsosnakertrans baru memberitahunya lewat telefon dan sms. Tiba-tiba mengabarkan kalau penentuan UMK 2015 tidak jadi. Padahal sudah ada kesepakatan tertulis," ujarnya. 

Dia menganggap, pembatalan tersebut merupakan tindakan yang sewenang-wenang, dan menilainya sebagai aksi pembatalan sepihak. Menurutnya, buruh memiliki kedudukan yang sama dalam dewan pengupahan. 

"Dengan demikian, hal-hal bersifat teknis seharusnya dibicarakan dalam forum. Ini kan tidak. Malah tiba-tiba dibatalkan," ujar dia. (MA-"PR"/A-88)

Suami Tergantung di Pohon Mangga, Istri Tewas di Sawah

Indramayu - Warga digemparkan dengan penemuan jasad dua warga di tengah sawah dekat jalan raya Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/10/2014). Dua warga itu sepasang suami istri asal Desa Kedokan Bunder, Juntinyuat.

Jasad dua warga itu terpisah sekitar 100 meter. Jasad laki-laki tergantung di pohon mangga setinggi tiga meter, sementara jasad perempuan berlumur darah tergeletak di sawah kering.

Tak jauh dari jasad perempuan, teronggok pula satu unit motor merek Yamaha Jupiter Z bernomor polisi E 2604 SS. Ditemukan pula barang bukti lain seperti palu besi, kunci T, sarung tangan, ponsel, dan sendal korban yang tercecer.

"Yang pertama kali melihat itu ada motor di sawah. Entah kejadiannya seperti apa, tidak tahu. Cuma setelah dicari ada mayat perempuan tergeletak di tengah sawah," Mukidin, warga setempat.

Jajaran Polres Indramayu masih menyelidiki penyebab tewasnya pasangan suami istri itu. Polisi menduga mereka dibunuh. Namun, ada kemungkinan aksi bunuh diri sang suami. Pasalnya, aksi pembunuhan ini dilakukan secara terencana.

Untuk memastikan penyebab kematian kedua korban, petugas membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk dilakukan otopsi. (Dedy)


Polres Indramayu Siapkan "Indramayu lautan Trail"

Indramayu - Kepolisian Resor (Polres) Indramayu bekerja sama dengan komunitas trail Indramayu dan didukung Pemerintah Kabupaten Indramayu akan menyelenggarakan Indramayu Lautan Trail (ILT) yang akan diselenggarakan pada 26 Oktober 2014 mendatang.

Rencananya, acara tersebut akan dihadiri oleh Kapolda Jawa Barat dan Pangdam III/Siliwangi. Hingga saat ini, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh panitia penyelenggara. Seperti dipaparkan Ketua Panitia ILT 2014, Kompol Ajang Anwar Mustofa.

"Semua persiapan terus kita matangkan demi suksesnya kegiatan. ILT ini juga digelar sebagai rangkaian kegiatan menyemarakkan Hari Jadi ke-487Kabupaten Indramayu," paparnya.

Ia menyebutkan, event yang mengangkat tema "Bersatu dengan Alam Membangkitkan Hidup Sehat, Soliditas dan Sportivitas", tidak hanya diikuti pecinta trail adventure dari dalam Kota Mangga saja. Peserta yang telah melakukan registrasi juga tercatat berasal dari berbagai daerah lain di pulau Jawa. 

Menurutnya, hanya dengan melakukan registrasi dan memberikan kontribusi Rp175 ribu, pecinta trail adventure akan dimanjakan dengan jalur gaspol dan jalur ekstrem di sepanjang pesisir Indramayu. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Singalodra itu, mengambil rute ke arah Pecuk menuju Pantai Tiris melintasi Karanganyar dan Totoran. 

Suasana Pantai Karangsong, Pantai Tambak, Pantai Langgen, dan Pantai Balongan Indah pun akan menjadi route yang dilintasi para pecinta trail adventure. "Setelah melintasi Malangsemirang, peserta akan memasuki sirkuit Bojongsari sebelum kembali ke GOR Singalodra sebagai titik finish. Jalur yang ditempuh seluruhnya kurang lebih 70 Kilometer," sebut Kompol Anwar.

Indramayu Lautan Trail juga akan diwarnai dengan penampilan seni tradisional khas Indramayu. Sederet artis kenamaan Kota Mangga dipastikan akan mengisi acara hiburan usai peserta menahlukkan jalur bersama motor kesayangannya. Trail adventure kali ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan Kabupaten Indramayu sebagai kawasan budaya, wisata dan perdagangan.

"Masih ada kesempatan bagi yang belum mendaftarkan diri. Mari bergabung bersama kami menaklukkan jalur dan menikmati keindahan alam serta raih hadiahnya," tuturnya.(MA)

Sumber

Anak Usaha RNI Kembangkan Plasma Sapi di Indramayu

Indramayu - Anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Perusahaan Gula (PG) Jatitujuh mengembangkan plasma sapi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Peserta plasma yang berminat dapat menghubungi pihak yang telah ditunjuk," kata Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro dalam bakti sosial dalam rangka ulang tahun RNI ke-50 di Desa Sukamulya Kecamatan Tukmadu, Indramayu, Minggu (19/10).

Tiap peserta nantinya akan mendapatkan enam ekor sapi yang dapat dipelihara dan dikembangkan.

"Nantinya hasil penjualan sapi yang sudah jadi dapat dikembangkan untuk ternak lele dan ayam," ujarnya. 

Menurut dia, pihaknya membuka kesempatan kepada 25 peserta untuk menjadi peserta baru plasma sapi itu.

"Kami beri kesempatan kepada para pemuda yang masih bisa mengangkat sapi untuk menjadi peserta plasma," katanya.

Sebelumnya, PG Jatitujuh sudah mengembangkan plasma sapi yang diikuti ratusan peserta di sekitar pabrik, termasuk di Kabupaten Majalengka dan Indramayu.

Peringatan ulang tahun RNI ke-50 tidak hanya berlangsung di PG Jatitujuh, juga berlangsung di RNI seluruh Indonesia seperti di Subang, Sumatera Selatan dan pabrik farmasi milik RNI, PT Phapros di Semarang Jawa Tengah. (Antara)

Indramayu perlu Miliki Museum Sejarah

Indramayu - Kota Indramayu sudah saatnya memiliki museum, untuk menyimpan berbagai macam benda bersejarah maupun tulisan dan berbagai catatan sejarah lainnya. Bahkan gedung yang akan dijadikan museum juga sudah ada, yaitu bangunan eks Biro Maritim pemerintah Hindia Belanda yang sekarang masih digunakan sebagai Kantor Badan Pengawas PD BPR Karya Remaja Indramayu, di Jalan Siliwangi Indramayu.

Menurut Nang Sadewo, selaku perintis pendirian museum yang juga Ketua Kompepar Indramayu Kota, ide pendirian museum sebenarnya sudah direspons positif oleh banyak pihak termasuk pimpinan daerah Indramayu. 

Diharapkan dalam waktu dekat bisa segera ditindaklanjuti, dimulai dengan rehab ringan bangunan tua yang akan dijadikan museum tersebut. Jadi, nantinya bangunan tersebut tetap milik pemkab, namun pengelola museum adalah pihak yayasan.

“Harapan kami pemkab segera mencari tempat baru untuk kantor Badan Pengawas PD BPR yang lebih representatif. Selanjutnya gedung tersebut tinggal dipoles atau dipercantik sebelum diisi dengan benda-benda bersejarah,” ujar Nang Sadewo dari Yayasan Indramayu Historia.

Dikatakan Dewo, tim dari Yayasan Indramayu Historia, diantaranya beranggotakan Tarka (pemerhati naskah kuno dari Cikedung), Pangki Suidno (pemerhati budaya dari Tugu Kecamatan Sliyeg), Dartin Yuda (perupa), Nurochman Sudibyo (sastrawan), Adung Abdulgani (Ketua Dewan Kesenian Indramayu), serta para pemilik bangunan bersejarah siap mendukung dan bersama-sama mewujudkan berdirinya museum tersebut.

“Ide pendirian museum ini sudah didukung banyak pihak, sebagai upaya pelestarian benda-benda cagar budaya Indramayu agar tidak musnah ditelan zaman,” ujar Pemuda Pelopor Tahun 2005 dan 2009 itu.

Selain ingin mewujudkan museum, sebagai Ketua Kompepar Indramayu Kota, Dewo juga punya obsesi untuk membuka pengembangan area wisata lokal Indramayu-Sindang. Menurutnya, banyak potensi yang bisa dijadikan obyek wisata. Mulai dari wisata ziarah Sindang-Indramayu, hingga wisata heritage jejak pecinan, klenteng, Bandar Cimanuk, dan masih banyak lagi bangunan maupun tempat-tempat bersejarah lainnya. (oet)

Sumber

Jelang Lebaran, Harga Hewan Kurban Alami Kenaikan

Indramayu - Harga jual hewan kurban seperti kambing dan sapi mengalami kenaikan menjelang idul adha. Kenaikan tersebut berada di antara Rp 200 ribu-1 juta per ekor, tergantung ukuran hewan kurban.

Rawin, pedagang hewan kurban kambing di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, mengatakan, harga kambing kurban saat ini berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp 5 juta. Menurutnya, besaran harga tersebut berbeda-beda. Tergantung ukuran kambing.

"Dibandingkan tahun lalu, harga kambing kurban saat ini naik di kisaran Rp 200 ribu,'' tuturnya, Selasa (30/9/2014).

Menurut dia, kenaikan harga itu sudah berasal dari peternaknya. Dia mengaku mengambil hewan qurban tersebut dari peternak di Garut. Menyinggung soal penjualan hewan qurban, Rawin mengaku ada kecenderungan penurunan.

Dia menyebutkan, pada H-5 lebaran Idul Adha tahun lalu, dia berhasil menjual sepuluh ekor kambing. Sementara pada saat ini, kambing yang terjual baru tujuh ekor. ''Kalau Idul Adha tahun kemarin, hingga hari H, saya berhasil menjual 25 ekor kambing,'' ujar Rawin.

Kenaikan harga juga terjadi pada hewan kurban sapi. Seorang pedagang hewan qurban sapi di kawasan Waduk Bojongsari Indramayu, Munif menyebutkan, harga sapi kurban yang dijualnya berkisar antara Rp 15,5 juta-35 juta per ekor.

Menurutnya, harga hewan kurban sapi itu naik di kisaran Rp 1 juta dibandingkan Idul Adha pada tahun kemarin. "Tapi, kenaikan ini tidak signifikan,'' katanya.

Munif mengatakan, penjualan sapi kurban pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dia mengaku, sapi kurban yang terjual tahun lalu mencapai 20 ekor. ''Lebaran Idul Adha masih lima hari lagi. Saya optimis bisa menyamai penjualan seperti tahun lalu,'' terang Munif.

Munif menambahkan, selain khusus menjual sapi kurban, dia juga berusaha dalam bidang penggemukan sapi. Oleh sebab itu, seandainya sapi kurban tak laku seluruhnya, akan dipelihara untuk penggemukan. (MA) 

 
Copyright © 2014 Koran Pantura Online | Media Online Pantura. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger